ablehunder

Dan Bebek Kuning Itu Batal Digoreng …

created on 2011-02-20, 19:05

bebek kuningDiambil dari note di fb, untuk mengenang sebuah kejadian setahun yang lalu, agar senantiasa menjadi pelajaran agar lebih tahu kondisi sekitar dan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Efek dari kontrol sosial yang terjadi memberikan dampak yang cukup berarti, bahkan hingga kini.
Namun masih bisa dihadapi meski tidak bisa normal kembali.

Repost originally, nothing is changed. Hanya komentar-komentar yang tidak disertakan, silakan dibaca di fb saya jika ingin tahu komentar yang ada.

by Aby Herwendo on Sunday, March 7, 2010 at 7:55pm
Lagi belajar bikin fable nih…
Kali aja nanti bisa bikin buku cerita anak…
Silakan dikritik dan dikomentari…

————————————————
Dan Bebek Kuning Itu Batal Digoreng …
————————————————

Terkisah seekor singa jantan yang melapar sedang mencari mangsa.
Tibalah beliau di bantaran sungai yang lebar dan dalam.
Celingak celinguk, didapatinya seekor Bebek Kuning Betina sedang berenang di pinggir sungai.

“Hmm.. Sepertinya bebek itu cukup enak untuk menjadi santapanku”, gumam Sang Singa.

Dengan perlahan didekatinya Bebek Betina itu.
Mengendap-endap, pelan-pelan, gerak-geriknya sedemikian halus agar Bebek itu tidak merasakan kedatangannya.
Tak lupa Sang Singa menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan semua langkahnya sesuai rencana.
Seketika matanya tertumpu pada seonggok benda yang menyerupai balok.
Sang Singa sangat mengenali benda yang dilihatnya itu, tak lain dan tak bukan adalah Si Buaya.

Dalam hati dia berkata, “Kenapa Si Buaya ada disini? Bisa runyam rencanaku. Apakah dia mengincar Bebek itu juga?”
Diawasinya terus gerakan Buaya itu. Setiap tingkah Buaya itu tak luput dari pandangannya.
Tapi dasar Buaya, dia tetap terlihat dingin dengan tatapan matanya yang tajam.

Tanpa Sang Singa sadari, perhatiannya justru teralihkan kepada Si Buaya.
Dengan segala resiko, bahkan Sang Singa siap apabila harus bertarung dengan Si Buaya untuk mendapatkan mangsanya.
Sementara itu, Bebek Betina seakan tak menghiraukan kehadiran Sang Singa dan Si Buaya di sekitarnya.
Dengan tenang riang gembira Bebek Betina terus saja berenang menuju ke tengah sungai.

Dan Si Buaya pun bergerak!!
Tapi gerakannya tidak seperti yang diperkirakan oleh Sang Singa.
Si Buaya itu justru berjalan ke daratan, tidak memangsa Bebek Betina.

Sang Singa masih terheran dengan apa yang terjadi di depan matanya.
Dilihatnya Si Buaya berjalan mendekat ke arahnya.

“Buaya, kenapa kamu tidak memangsa Bebek itu?” tanya Sang Singa keheranan.

“Sob, aku tidak berminat pada Bebek Betina itu,” balas Si Buaya.

“Tapi, bukannya kamu terus melihatnya dari tadi?”

“Aku memang melihatnya, tapi aku masih sangat kenyang. Aku pikir masih bisa kusisakan untuk kumakan besok. Lagipula masih banyak bebek lain berkeliaran disini.. ”

“Terus, apa yang kamu lakukan disini?”

“Aku tadi sekedar berjemur. Sungai ini tempat bermainku. Aku memang hidup di sekitar sini.”

Sang Singa menatap Bebek Betina yang sudah berada di tengah sungai.
Bahkan dilihatnya pula ada bebek lain bermain dengan Bebek Betina itu.
Memendam kekecewaan yang teramat dalam, Sang Singa hanya terduduk lesu di tepian sungai sembari memandangi mangsanya yang semakin jauh dan menjauh.
Tak mungkin baginya menyeberangi sungai yang dalam itu, bahkan sampai ke tengah sana.

Dengan tenang dan santainya Si Buaya terus berjalan melewati Sang Singa.
Si Buaya tahu bahwa Sang Singa sudah sangat lapar dan sangat mendambakan mangsanya yang sudah diincarnya dari tadi.
Hanya saja Si Buaya tidak mengerti mengapa Sang Singa tidak segera menyergap buruannya itu.
“Sobat, aku sungguh tak mengerti, semua ini bisa terjadi…” ujar Si Buaya.

:,

1 Comment for this entry

Leave a Reply