Tapak Kaki Kura-Kura
created on 2012-02-07, 00:35
Tibalah Kura-kura di persimpangan jalan, dia pun berhenti sebelum melanjutkan langkahnya lagi. Diam terpaku dia amati jalan yang akan dilaluinya itu.
Ditengoknya arah kanan, jalan yang masih belum rata, namun dipenuhi dengan pepohonan di sepanjang sisi jalan. Sepertinya teduh sekali melaluinya meski harus berusaha melewati jalan yang agak terjal.
Dilihatnya arah kiri, jalan yang bagus, hanya saja tidak banyak pohon rindang yang menaunginya ketika berjalan. Akan terasa sedikit panas, tapi dia akan merasa lebih ringan membawa beban saat melewatinya.
Lama dia berpikir. Kecepatan berpikirnya tidak jauh berbeda dengan kecepatan berjalannya. Penyebab jalannya yang lambat bisa jadi karena dia tidak bisa berpikir dengan cepat. Atau mungkin karena jalannya tidak bisa cepat, maka dia harus berhati-hati dan memikirkan segala hal.
Di antara pilihan jalannya itu, keduanya memiliki kesamaan yang semakin membuat otaknya bekerja sekeras tempurungnya. Kesamaannya adalah dia tidak tahu apakah kedua jalan tersebut akan seterusnya demikian hingga ujung nanti, dan bahkan dia juga tidak tahu dimana ujung dari kedua jalan itu.
“Aaaarrrggghhhh… Andai ada peta yang lebih rinci dan juga penunjuk arah yang lebih jelas lagi..”, gumam Kura-kura.
Selama ini Kura-kura menggunakan peta yang bagus dan sering ditunjukkan arah jalan yang benar. Hanya saja persimpangan yang ini tidak nampak jelas di peta. Sepertinya satelit GPS belum menerbitkan edisi terbaru sehingga jalan di depannya kini masih terlihat buram.
Seekor Kelinci datang menghampirinya. Ternyata Kelinci itu telah lama memperhatikan Kura-kura yang kebingungan tersebut. Disapanya Kura-kura itu, “Hai bro, kenapa kau termangu di persimpangan ini dari tadi? Hendak kemanakah dikau?”
Sedikit kaget, Kura-kura itu pun menjawab, “Aku hendak menuju ke suatu tempat. Tapi aku tak menyangka ada persimpangan jalan ini. Apakah kamu tahu jalan mana yang harus kutempuh?”
Kelinci mencoba menjelaskan, “Daku sering mendengar tempat yang kau tuju itu. Banyak orang yang hendak kesana. Bebek, Rusa, Buaya, Singa, dan masih banyak lagi. Mereka menempuh jalan yang berbeda-beda, bahkan bukan satu pun dari pilihan jalan yang akan kau tempuh ini.”
“Begitu ya? Lalu aku harus bagaimana? Aku sudah berjalan sejauh ini. Aku sudah melalui berbagai persimpangan dan akhirnya sampai di sini. Hanya persimpangan ini yang membuat aku ragu untuk melangkahkan kakiku lagi. Aku tidak tahu ada apa di ujung jalan sana. Tidak mungkin bagiku untuk mundur atau berbalik arah karena akan menjadi sia-sia waktuku nanti,” tutur Kura-kura kebingungan.
Dengan pandangan penuh iba, Kelinci menatap Kura-kura, “Wahai Kura-kura, sebenarnya diriku juga sedang berjalan, dan tujuanku tidak jauh berbeda dengan tujuanmu, hanya saja jalan yang kutempuh tidak bisa dilalui olehmu. Daku tidak memilih jalan yang kautempuh, baik yang telah kau lalui ataupun salah satu dari persimpangan ini.”
Kelinci melanjutkan, “Lihatlah kakiku ini, berbeda dengan kakimu. Diriku juga tidak membawa tempurung sepertimu. Lariku memang lebih kencang darimu, tapi itu bukan jaminan daku akan sampai lebih dulu dari dikau di tempat tujuan, karena jalan kita berbeda.”
“Tapi daku tetap berjalan walau tak tahu ada halangan apa di depanku. Kucoba lompati rintangan dan hindari kubangan semampuku. Yang kutahu, diriku tidak bisa diam berlama-lama karena perbekalanku juga terbatas, ” sambung Kelinci.
Mendengarkan kuliah singkat dari Kelinci itu, Kura-kura semakin merenung.
“Lalu aku harus memilih yang mana?” tanya Kura-kura lagi.
“Pilihlah sesukamu, renungkanlah sebaik-baiknya. Segeralah bergerak. Jalan mana yang kau pilih, ujung jalan yang akan kau lalui tetap harus kau lewati. Mungkin dikau akan menemui persimpangan lagi atau bentuk jalan yang berbeda di ujung sana. Tapi tetaplah bergerak dan cobalah melalui jalan yang telah kau pilih,” tukas Kelinci. Kemudian Kelinci itupun berlalu melanjutkan perjalanannya.
Kura-kura itu mencoba memikirkan kata-kata kelinci itu. Kalau dia diam saja disini maka dia akan menghabiskan perbekalan dengan sia-sia.
Dilihatnya matahari mulai tergelincir ke arah barat. Waktu terus berjalan.
Perlahan dia angkat telapak kakinya untuk melangkah. Sangat pelan.
Di tengah keraguan yang memuncak, dicobanya berpikir keras dan cepat. Kakinya masih bergelayut seperti tak hendak turun.
Tiba-tiba dia teringat, ada Yang Maha Gaib yang akan selalu menuntunnya. Permohonan diucapkan oleh Kura-kura. Dia pasrahkan segalanya, kemanapun kakinya melangkah.
Secara perlahan dia menurunkan telapak kakinya. Dan Kura-kura itu akhirnya menjejakkan kakinya ke tanah, menuju jalan yang dia pilih..
Siap Nikah
created on 2012-01-30, 11:20
Topik ini selalu hangat jadi bahan perbincangan warung kopi hingga diskusi berkelas seminar. Ada yang bosan atau mencoba menghindar bila mendengar topik ini dibicarakan. Ada juga yang antusias dengan segala tip dan trik.
Nikah, menikah, pernikahan, kawin, perkawinan, merit, marriage, marry atau apapun itu sebutannya yang pada intinya adalah ikatan dua manusia berbeda jenis kelamin.
Ya, beda jenis kelamin.. Jika tidak beda, maka konteks serta kerumitannya pasti tidak sama.
Cukup untuk definisi tentang nikah, sudah banyak kamus yang membahas.
Tapi untuk menghadapi frase atau kalimat seperti “Apa kamu sudah SIAP NIKAH?”, “Aku SIAP MENIKAHIMU.”, “Bagaimana dengan PERSIAPAN PERNIKAHAN?”; setiap pribadi akan memberi tanggapan yang berbeda.
Seorang gadis desa ketika ditanya “Kamu sudah siap nikah?”, maka yang terlintas di benaknya adalah beberapa pekerjaan rumah tangga yang menantinya; masak, cuci, setrika, ngurus suami dan anak, begitu seterusnya. Dan itu pula yang diajarkan orang tua kepada anak gadisnya agar belajar mengenai beberapa tugas yang umumnya dilakukan ibu rumah tangga.
Begitu pula jejaka, yang terpikirkan adalah bagaimana bekerja, menafkahi, memberi makan anggota keluarganya.
Bagi yang telah lama pacaran dan sudah berencana untuk menikah, maka frase ‘siap nikah’ punya makna secara psikis yaitu kejiwaan calon mempelai, atau berupa ‘persiapan seremonial pernikahan’.
Dari mas kawin, pernak-pernik resepsi: suvenir, baju, tukang foto, pre wedding, gedung, undangan, catering; administrasi – surat keterangan, penghulu, seminar; hingga honeymoon.
Ada yang menikah dengan persiapan hingga mendeklarasikan dirinya siap nikah, namun ada pula yang menikah karena ‘kebelet nikah’. Kebelet atau benar-benar sangat ingin ini membuat makna ‘siap nikah’ menjadi kabur.
Selain itu ada istilah ‘kepepet nikah’ alias terpaksa; entah karena sudah berumur atau karena dipaksa menikah oleh beberapa pihak, atau terpaksa menikahi karena kasus hubungan pranikah. Hal ini juga berdampak pada arti frase ‘siap nikah’.
Kedua istilah ini, kepepet dan kebelet, mengakibatkan orang bisa memasuki tahapan ‘siap nikah’ seketika.
Jadi apa maksud dari frase ‘siap nikah’ itu sebenarnya?
Atas dasar ‘cinta’, dua insan ingin melanggengkannya dalam suatu ikatan, bersama berdua, bahkan kalau bisa sehidup semati. Iya, sampai mati.
Jadi berapa lamakah itu, dari akad nikah sampai mati? Setahun? 5 tahun? 10? 20? 30 tahun? Tak ada yang tahu.
Pertanyaan selanjutnya adalah, dengan rentang waktu selama itu, siapkah menghadapi berbagai kondisi ataupun permasalahan yang mungkin terjadi?
Waktu 30 tahun bukan waktu yang sebentar. Separuh hidup untuk bersama dalam sebuah bahtera rumah tangga.
Jangankan 30 tahun, masa 5 tahun atau bahkan setahun, sepasang suami istri bisa mengalami banyak lika-liku percintaan dan cobaan berumah tangga.
Dari hal yang sepele seperti kebiasaan atau sifat yang berbeda, rasa cinta yang mulai mendatar, masalah keuangan, pendidikan anak, dan problematika lain yang datang menerpa silih berganti dan terkadang kian menumpuk tiada habisnya.
Banyak pernikahan langgeng yang berhasil, namun tidak sedikit pula yang ‘berhasil’. Untuk kategori yang kedua ini, tidak banyak yang memberikan testimonial, namun kenyataan di lapangan sering terjadi yang demikian.
Ada pasangan yang tidak cocok lalu berani mengambil sikap untuk bercerai. Hanya saja tak sedikit yang memendamnya atau bertahan dengan berbagai alasan. Yang paling klasik adalah karena masa depan anak-anak mereka. Hal lain misalnya alasan ekonomi, martabat, ego, malu kepada saudara/teman/masyarakat.
Jika telah demikian, apakah itu bisa disebut dengan kebahagiaan dalam pernikahan?
Kesannya memang menikah itu mengerikan. Tak seperti yang dibayangkan bahwa ‘dunia milik berdua’, bahagia bersama selamanya, happily ever after.
Semua menginginkan pernikahan yang sempurna.
Padahal dua insan yang ‘perfect’ atau ‘perfectly match’ pun belum tentu memiliki ‘perfect marriage’.
Lalu apabila realita nanti tidak seindah angan-angan, apakah tidak usah menikah saja? Atau kumpul kebo saja?
Tidak. Bukan itu.
Untuk itu perlu kedewasaan dalam berpikir, dalam berperasaan, dalam bersikap.
Menikah bukan atas dasar nafsu atau cinta belaka.
Luruskan kembali tujuan pernikahan, karena menikah bukan sekedar mencari pasangan yang dicinta untuk hidup bersama.
Marriage is not about to live with someone you love nor together with somebody you can’t live without.
Jadi, sudah siap nikah??
My version of Best Romantic Movies
created on 2011-10-11, 18:21
Okay, maybe I’m not a romantic guy.
It is not ranked, but these are romantic movies that I like most.
This list probably will be updated later on after I remember some.
I will give no url link. Feel free to search it anywhere.
- She’s All That
It’s a teenage romantic movie (yes, I watched it at my teen, and still love it).
The great moment is when Lenny went downstair and original soundtract Kiss Me sing by Sixpence None The Richer. - You’ve Got Mail
It becomes habit when internet and e-mail infiltrate into our daily life.
Starred by Meg Ryan (I like almost of her romantic movies) and Tom Hanks.
The OST are very good. Carole King’s Anyone at All, and The Cranberries – Dreams. - The Simpsons
And so, is Homer a romantic guy? Yes he is..
I like the song Close to You, that was sung by The Carpenters. In this movie, Dolores of The Cranberries does. - Wall-E
I never thought that an animation movie with robot as the main stars could be so romantic.
It may seems like Beauty and the Beast movie, but I say that it is much much better. No usual conversation between Wall-E and Eve, but they communicate better at showing their feelings. - PS: I Love You
This could be not a happy ending movie, since you will feel sad and sad.
I never read the novel which this movie based on. But I think it worth to read. - Notting Hill
I guess this time Julia Robert had a better character this time rather than her act in Pretty Woman. And also Ronan Keating’s “When You Say Nothing at All” sounds good. - Fly Me to Polaris
- A Little Thing called Love
- Hello Stranger
I will update to describe some movie later
power to change
created on 2011-09-13, 23:04
I was so impressed and also surprised after watching a movie titled “A Little Thing Called Love” a.k.a “First Love”. I can’t believe that a Thai movie could be so good.
Yes, in my opinion it is a good movie, even compared to the hits Indonesian romantic teen movie ever “Ada Apa Dengan Cinta” a.k.a AADC. These movie talked about love at teen age. But Thai movie explained it better in simple and popular way rather than hyperbolic act and poetry dialog of Indonesian movie.
Did I say it is good? No, this movie is very very good. I think its audience was not just intended for teenagers, but for everyone, even for your grandparents. Why? I don’t want to spoil the story, but I gotta tell you that most of us ever experience the feeling, reaction which plotted in the movie.
Even the story line was told from a viewpoint of girl, whom usually shy to express their feeling, I guess this ‘love sense’ is usually happened to everyone.
Started by a girl had a crush on a schoolmate boy, her friends helped her to catch her love. Rather than chasing, they used many tricks to get the boy. She also had to compete other girls.
Many scene would make you smile or laugh.
- Keeps less money for value but meaningful thing from the boy
- Feels happy only to hear the voice on the phone.
- Pretends to fall to catch the attention
- Secret gifts
- To do some make over
- More practice for best result
And many more..
You may find this movie is so funny that makes you laugh, or so touchy that makes you cry.
But a little passage had been caught in my mind.
She has the will to make over her looks. She raises her ability. Bravely do many thing she had never imagine before.
Yes, the love has powered her up to do some great thing, to change everything, to make impossible things become real, to have the dreams come true.
Step a side from the movie, back then when I was at her age. When a smart charming little girl brought the sunshine to the class.
Without her, it would be an ordinary boring class with some bourgeois student, bad boy, or clever ones trying to achieve best rank.
A strange feeling came and many questions asked in his mind after he knew who she was.
Will she be my partner of life?
If it is so, what should I do to get her?
Will she take me as I am?
Oh, she’s from rich and well-educated family, how can I reach that level?
Oh, she’s a pious moslem, can I lever myself then I can stand beside her equally?
And many type of questions between the boy and the girl, and what the future should be.
He was motivated. He must pursue a better education. Get a better job was considered as a mandatory. To be rich was also in his priority.
But beyond all of those inspiration, he wanted to be a better person. A better man who can stands equally beside her.
And here the boy becomes that man.
Maybe he is not so perfectly as imagined before, but he tries as best as he can.
He wants to say ‘thank you’ to that little girl – now a woman.
She has powered him up. And now he has changed better and better.
Thank you.
Best wishes for you.
different socmed, different personality
created on 2011-07-12, 18:08
And so, you have many social media accounts.
Over a decade ago, we have blog to share our thought, and then we do blogwalking.
You might have popular -metamorphed- Friendster, share music through Multiply, microblogging using Plurk, post photos using Flickr or Tumblr.
Or maybe you have some you-think-unpopular-but-exist socmed, such as hi5, Tagged, MySpace, Koprol, etc
And now we have Google Plus that combines all accounts of Google applications into one place (including Picasa, YouTube, Buzz) with additional social network capability. (continue reading…)
flashback
created on 2011-06-30, 23:41
Years gone by.
I was thinking that I’ve lost you. It’s almost a decade since our last met.
And I didn’t know how to get you, just some numbers that have less possibility connection.
I’ve tried to reach, but no answer.
I was looking for help, but clueless.
And then the socnet bring you out from your dungeon. The media that I’ve used to search for in years with no result, suddenly notice me with your name.
I know it wasn’t you, because I know who you are. And it worked.
But you came by just when I was trying to wipe the memories away.
We met again, like twelve years ago.
You know that it was very expensive to make a call or texting in that time.
Nowadays, everything is so easy, cheap, and simple.
We laugh, tell stories, share our dreams, our happiness, exchanging gifts, take care of each other, just like before.
To meet you again was my dream.
I wanted to see you, because you’ve changed my life. You turned my view of this world.
And when I saw you again, you were the same Mualaf I’ve known.
I don’t want to lose you. Being friend or enemy is just a matter of choice. Losing you is out of consideration.
We get almost the same situation as we met for the first time. Against my logic, against my heart.
The reality bites, I must face it.
And the questions still remain.
you are the man
created on 2011-05-31, 02:01
Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman saya yang sekarang berada di luar Jawa sana.
Sekedar mengungkapkan rasa kagum dan salut terhadap apa yang telah dia mulai dan dia lakukan sampai saat ini.
Diawali dengan perkenalannya dengan seorang gadis, yang menurut saya caranya cukup lucu. Kalau diingat pun dua sejoli ini juga akan tertawa.
It’s just love at the first sight.
Dan kemudian berlanjut untuk membentuk rumah tangga, meski tak mudah karena beberapa aral melintang sehingga agak tertunda sekitar setahun.
Ketika sudah berumahtangga, keduanya saling bertoleransi. Membeli rumah jauh dari tempat kerja pun dilakukan. Terbayang pantatnya yang sudah tipis menjadi kapalan karena menempuh jarak puluhan kilometer menggunakan sepeda motor.
Alhamdulillah rejeki berpihak kepada mereka. Berbekal pekerjaan baru yang lebih menjanjikan, mereka pindah. Jauh dari saudara, teman, sahabat.
Singkat cerita, saya dipertemukan kembali dengan keluarga kecil mereka, sepasang suami-istri dan dua anak laki-laki yang masih balita.
Tulisan ini basi jika saya bercerita tentang kondisi serta bahagianya mereka.
Yang saya lihat adalah tatapan lembut seorang laki-laki kepada perempuan dengan penuh kasih sayang.
Ucapan suami yang senantiasa membimbing istrinya.
Perhatian seorang istri yang mengerti keinginan suaminya.
Pasangan yang ingin memberikan segalanya bagi anak-anaknya.
Mereka menyadari kekurangan masing-masing dan mencoba mewujudkan cita-citanya, menuju ke arah yang lebih baik.
Rute yang Aneh!!
created on 2011-04-29, 15:00
Bahkan untuk berangkat dan pulang bekerja pun tidak lah mudah.
Amati peta ini.
Klik pada peta untuk memperbesar.
Rumah sebagai start berada di daerah selatan dengan koordinat
lat -6.3085643 ; lon 106.8292469
Sedangkan kantor berada di daerah utara dengan koordinat lat -6.2353997; lon 106.8232441
Seharusnya tidaklah jauh, karena masih berada pada satu kawasan dengan judul Jakarta Selatan.
Perjalanan pergi dan pulang kantor dengan jalur normal ditunjukkan oleh warna merah, dan tentu saja ini adalah shortest path.
Complexity of Relationship
created on 2011-03-10, 19:35
Have you ever wonder about relationship?
Well, I do wonder about relationship and the entity involved recently. Some people might get their relationship so simple just like key and lock, some others don’t. Poorly, the last mentioned mostly get their relationship so complex and complicated.
Take a look at the figure above. Let me explain about the notations, lines, arrows and the story between. But please note that it’s just an example, not my story. My story is much more complex
. (continue reading…)
Dan Bebek Kuning Itu Batal Digoreng …
created on 2011-02-20, 19:05
Diambil dari note di fb, untuk mengenang sebuah kejadian setahun yang lalu, agar senantiasa menjadi pelajaran agar lebih tahu kondisi sekitar dan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Efek dari kontrol sosial yang terjadi memberikan dampak yang cukup berarti, bahkan hingga kini.
Namun masih bisa dihadapi meski tidak bisa normal kembali.
Repost originally, nothing is changed. Hanya komentar-komentar yang tidak disertakan, silakan dibaca di fb saya jika ingin tahu komentar yang ada.
Kali aja nanti bisa bikin buku cerita anak…
Silakan dikritik dan dikomentari…
————————————————
Dan Bebek Kuning Itu Batal Digoreng …
————————————————
Terkisah seekor singa jantan yang melapar sedang mencari mangsa.
Tibalah beliau di bantaran sungai yang lebar dan dalam.
Celingak celinguk, didapatinya seekor Bebek Kuning Betina sedang berenang di pinggir sungai.
(continue reading…)
